Skip to main content

Untold Story



Waktu terus berjalan dan saya pun tetap menikmati proses yang Tuhan beri dengan tidak pernah menyerah. Saya juga belajar lebih bisa menerima. Banyak orang yang saya kenal. Ada yang datang sekedar ingin tahu lalu pergi, adapun yang datang menetap sebentar tapi menyerah pada akhirnya, dan ada yang masih semangat untuk berjuang. 


Dari mereka saya belajar bahwa setiap orang mempunyai pilihan. Pilihan untuk tetap berdiri dan melangkah maju ataupun pilihan untuk pergi tanpa alasan. Dan saya bersyukur karena saya menjadi bagian dari pilihan itu sendiri. Toh saya bebas memilih untuk berteman dan menjalin hubungan akrab dengan siapapun.. Masalah masa depan, itu sudah bukan bagian dari porsi saya, ada yang lebih TAHU, bukan saya, anda, dia, atau siapapun. 

Terimakasih sudah menjadi warna dalam buku perjalanan hidup saya. Saya tidak menyesal apapun yang sudah terjadi. Sampai detik ini saya masih berjuang dan tidak pernah ada kata menyerah apalagi rasa malu. Saya ada di dunia karena sebuah pilihan yaitu Dia Yang Maha Kuasa yang memilih saya untuk hadir di dunia ini, saya dibesarkan karena cinta, pengorbanan dan kasih sayang. Dan saya sangat bangga dengan pilihan dan proses yang saya jalani saat ini. 

 The last, I feel sorry for whoever feel that way. I APPRECIATE you guys. 



Akhirnya, hendaklah kamu kuat didalam Tuhan, didalam kekuatan kuasa-Nya."Efesus 6 :10"

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Learn To Be Better

One by one. Time by time. I learned to be better. There’s so much people didn’t know me at all from their vision in one eye. Only my name they know, not my self within. So unfortunately.. I knew I’m not a good anymore but I keep goin’ through my darkest day and rise like phoenix. Out from the ashes and seeking rather than vengeance. Well, that time has passed. I start my new period life with pride that I can take the pain away and thankful for a new chance.

Kesempatan Dalam Hidup

Peristiwa menyedihkan ketika kehilangan seseorang terlebih jika itu kerabat terdekat kita. Mengutip dari Pengkhotbah 7 : 2, “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Beberapa hari lalu saya dan beberapa teman menghadiri pemakaman seorang hamba Tuhan yang beberapa bulan terakhir bergumul dengan penyakit yang dideritanya. Kami begitu mengenalnya, sehingga itu membuat kami merasakan duka yang cukup mendalam. Saya menyadari bahwa kehidupan dan kematian sangat dekat. Bahkan seorang yang  dalam kehidupannya sehari-hari selalu melayani Tuhan pun bisa merasakan sakit dan pada akhirnya mengalami kematian. Peristiwa duka yang dialami menandakan bahwa kehidupan ini adalah sementara. Seperti uap yang bisa segera lenyap. Segala sesuatu yang dicapai dalam kehidupan dunia ini pada akhirnya akan lenyap. Apapun yang terjadi dalam hidup ini, menunjukkan bahwa semua ada waktu...